Trio Rendra Yustiono, S.Kom Bisnis 06 Desember 2013 18:27 dibaca 2644x

 

 

 

"Harus dengan strategi konkret. Karena ini tidak mudah".

Indonesia diprediksi oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) akan menjadi negara maju pada 2042. Namun, timbul pertanyaan apakah Indonesia sanggup lolos dari jebakan negara berkembang yang dikategorikan berpendapatan menengah atau middle income trap?

Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Jumat 6 Desember 2013, menyatakan, masih ada harapan bagi Indonesia untuk tumbuh menjadi negara maju.

"Tapi, harus dengan strategi konkret. Karena ini tidak mudah. Lebih banyak negara yang gagal daripada berhasil. Makanya kita harus serius," ujar Bambang di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Menurut Bambang, saat ini, ada empat negara dengan pasar berkembang yang telah masuk kelas menengah dan berpotensi naik kelas. Antara lain adalah China, Indonesia, Brasil, dan India.

China dipandang sebagai negara yang mempunyai potensi paling besar untuk melesat, dan meninggalkan kelas menengah guna masuk kategori negara maju.

"Kalau saya ranking, China itu nomor satu, Indonesia dan Brasil relatif sama, setelah itu baru India. Intinya, kita masih punya harapan," kata Bambang.

Ia menambahkan, kesenjangan yang terlalu lebar antara negara kelas menengah dan maju harus menjadi perhatian. Dengan demikian, butuh konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang diterapkan.

"Karena level midle itu lebar, jadi untuk lewat ke upper midle itu susah," kata Bambang.

 

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/464344-wamenkeu--kalau-mau-jadi-negara-maju--ri-harus-lebih-serius

 

 

 

komentar ditutup