Geti Saga Berita 03 Agustus 2017 13:03 dibaca 215x

Sebanyak 55 orang pendamping program pembangunan semua kampungku (bangsku) mengikuti diklat pendamping selama dua pekan kedepan yang dimulai, Rabu (2/8), di salah satu hotel di Kota Merauke, Papua.

Setelah diklat, puluhan pendamping program bangsaku itu akan ditempatkan ke kampung-kampung lokal untuk membantu pemanfaatan alokasi dana kampung supaya dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Tujuannya agar mereka memahami tugasnya sebagai pendamping penggunaan dana di kampung, cara penyusunan program pembangunan dan penyusunan laporan tanggungjawab pelaksanaan lapangan,” kata ketua panitia, Yosafat Fonataba dalam laporannya.

Evaluasi sebelumnya, 60 sampai 70 persen aparat kampung tidak bisa memberikan laporan pertanggungjawaban dengan baik dan benar.

“Untuk itu, para pendamping harus bisa mendampingi mereka dengan tepat,” kata Bupati Merauke, Freddy Gebze dalam sambutannya.

Para pendamping dituntut mampu membuat terobosan inovatif dalam rangka membangun kampung.

Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Mendorong mereka menghasilkan kebutuhan dasar sendiri yang dapat diperoleh di lingkungan sekitarnya.

“Mengolah lahan, ditanami sayuran, cabe, tomat atau umbi-umbian, sehingga tidak harus dibeli dengan uang,” ujarnya.

Para pendamping diminta membuktikan keberhasilannya selama mendampingi masyarakat kampung.

Program bangsaku digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Freddy Gebze-Sularso. Ini merupakan program wajib tangkap, tanam dan pelihara untuk seluruh masyarakat kampung.

Tujuannya, masyarakat dapat mampu menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi SDA dan SDM yang ada di sekitarnya, dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat di kampung.

komentar ditutup