Geti Saga Kemasyarakatan 15 Agustus 2017 10:15 dibaca 353x

Ribuan umat Katolik di Dekenat Merauke, Keuskupan Agung Merauke, Papua mengikuti ibadah syukuran peringatan 112 masuknya injil di Papua Selatan, di halaman Patung Hati Kudus Yesus Bandara Mopah, Senin (14/8).

Ritual religius yang dipimpin Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicholaus Adi Saputra, MSC didampingi belasan iman, berlangsung hikmat dan lancar.

Bacaan injil dalam perayaan yang diambil dari kitab Perjanjian Baru Matius 17:22-27 yang menceritakan pada zaman dahulu raja-raja di daerah Galilea memungut bea dan pajak kepada orang asing, bukan kepada rakyatnya. Sebagai orang asing, Yesus mematuhi aturan di daerah itu.

“Disini Yesus mau mencontoh nilai keutamaan dan membentuk solidaritas di tengah masyarakat. Nilai keutamaan akan menghasilkan buah, akan tumbuh, berkembang ketika didasari iman dan cinta kasih,” kata Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicholaus Adi Saputra, MSC.

Menurutnya, iman dan nilai solidaritas setiap manusia, diawali oleh didikan orang tua.

Tema perayaan kali ini “Gereja Katolik Hadir untuk Merawat, Membesarkan dan Memagari Kualitas Iman Umat di Selatan Papua”.

Tema ini menekankan kepada segenap umat Katolik untuk menjaga pewartaan yang sudah ada dan dibawakan oleh Misionaris 112 tahun silam.

“Iman itu terus ditambahkan kepada generasi Katolik, supaya menjadi nyata bahwa dalam Yesus ada suka cita, damai dan penuh persaudaraan.”

Uskup mengajak, agar segala persoalan yang terjadi akibat perkembangan zaman diatasi secara bersama oleh semua unsur melalui dialog iman dari hati ke hati.

Generasi muda Katolik lanjut Uskup, harus disiapkan melanjutkan karya para Misionaris dalam mewartakan injil Yesus, siap menjadi garam dan terang dunia. Suasana perayaan diisi tarian, atraksi yang menceritakan perjalanan para Misionaris MSC datang dan berkarya mewartakan injil Tuhan di Selatan Papua, juga pemeriksaan kesehatan gratis dan makan bersama.

komentar ditutup