Irma Maya Sari Berita 08 Februari 2018 16:01 dibaca 317x

http://merauke.go.id/portal/files/Foto.jpg

Mayor Arm Boby. (foto:ady)

 

MERAUKE - Peringatan Hari Jadi Kota Merauke ke 116 Tahun 2018, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, pemerintah daerah lebih memfokuskan pada kegiatan yang sifatnya mengangkat adat istiadat dan budaya Masyarakat Malind.

“Tahun ini, dari pemerintah mengangkat budaya. Diutamakan budaya. Sekarang berbeda, suasana untuk budaya,” ujar Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Kota Merauke ke 116, Mayor Arm Boby di sela-sela kegiatan lomba dayung satu kaki di Kali Weda, Selasa (6/2).

Lebih lanjut dikatakan, untuk kegiatan karnaval tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini yang ditonjolkan adalah budaya. Sedangkan untuk yang lain seperti tahun-tahun sebelumnya, itu akan diikutkan pada saat karnaval dalam rangka HUT RI Bulan Agustus mendatang.

“Kalau masyarakat mau ikut, silakan ikut. Tetapi mereka pakai budaya masing-masing. Tahun ini, perdana, kita angkat budaya. Anak-anak sekolah juga pakai budaya masing-masing,”tukasnya.

Menurutnya, buadaya ini harus diangkat sehingga masyarakat luas bisa tahu bahwa di Merauke ada sesuatu yang menarik untuk orang datang. Apalagi Tahun 2020 mendatang Pekan Olahraga Nasional (PON) dilaksanakan di Papua dan Merauke menjadi salah satu tempat pelaksanaan.

“Kita ingin manca negara tahu bahwa Papua punya bermacam-macam suku di sini tetap dijaga. Begitu pula dengan permainan-permainan tradisional tetap kita jaga,”ujarnya.

 
 
Sumber : pasificpos.com
 

KOMENTAR

    belum ada komentar

Silahkan berkomentar secara bertanggungjawab